Sawai, Surga Tersembunyi Pulau Seram
Menginap di atas rumah panggung beralaskan laut, snorkling, dan memanjat pohon setinggi 45 meter.
Belum habis mengagumi alam Ambon, kami harus segera menuju Pelabuhan Tulehu untuk menuju ke Pulau Seram. Lokasi utama pendaratan kami: Sawai. Surga kecil yang berada di utara Seram. Dengan menempuh perjalanan bak Indiana Jones karena harus berganti perahu cepat, mobil minibus, dan perahu nelayan, dengan total durasi sekitar empat jam, akhirnya kami sampai di Horale. Desa ini menjadi daratan terakhir yang kami injak sebelum menuju Sawai.
Besoknya, kami isi dengan snorkling di Hatu Supung (batu yang licin, gundul, dalam bahasa lokal). Jika dilihat sekilas, lokasi ini mirip Ha Long Bay yang ada di Vietnam. Hanya saja jika di Ha Long Bay berbentuk batu raksasa yang berdiri sendiri, Hatu Supung masih bersatu dengan bukit sekitarnya. Snorkling di sini seperti melihat ke dalam kaca karena beningnya air yang ada. Koral berbagai warna juga berkumpul di sini. Tapi hati-hati, bagi Anda yang kurang pandai berenang, jangan sampai terbawa ke perairan dalam yang hanya berjarak lima meter dari bibir pantai.
Kegiatan berikutnya melongok Pulau Raja atau yang disebut Pulau Marsegu (kelelawar) oleh warga sekitar. Tadinya ini adalah pulau yang digunakan oleh raja dan keluargnya untuk perkebunan. Tapi sekarang sudah beralih fungsi jadi lahan konservasi mangrove dan habitat kelelawar yang ada di dalamnya.
Namun, yang menjadi objek wisata kami adalah Morite Forest Canopy Platform. Wisata menaiki pohon kayu besi setinggi 45 meter dari atas tanah di hutan Morite. Untuk menuju pohon yang dituju, kami harus melakukan perjalanan darat sekitar 45 menit yang terbagi di jalan aspal dan jalan hutan.
Diam sesaat di atas platform, menikmati alam, dan mengingat kembali kegiatan kami hari itu. rasanya memang pantas jika Sawai disebut sebagai surga tersembunyi-nya Pulau Seram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar