Selasa, 25 Februari 2014

Taman Nasional Manusela Keajaiban Alam di Atas dan Bawah Laut

aeronusantara.blogspot.com
Doc.aeronusantara.blogspot.com
Taman Nasional Manusela dikenal sebagai salah satu Taman Nasional yang terindah di Indonesia, dengan pemandangan alam yang cantik dan terjaga dengan baik. Serta pemandangan berbukit besar diantaranya tepi Markele, lembah Manusela, banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini seperti menjelajah hutan, panjat tebing, pengamatan satwa/tumbuhan. Dan bagi pencinta dunia bawah air atau pantai kawasan Taman Nasional Manusela ini adalah surga didalam laut. Kawasan Taman Nasional Manusela yang mencakup 20% dari keseluruhan luas pulau Seram, disini terdapatgunung Binaya yang merupakan puncak tertinggi di Maluku. Sebagian besar kawasan ini memiliki lereng yang sangat terjal dengan lembah-lembah yang dalam. Paling tepat menikmati keindahan lembah ini dengan menggunakan kapal ketinting nelayan dan menyusuri pinggir lembah.
Selain itu Kawasan Taman Nasional Manusela banyak memiliki keunikan yaitu banyaknya aneka karang laut yang indah sangat cocok untuk kegiatan snorkeling dan diving disamping itu di daerah Sawai dan sekitarnya juga dapat dinikmati pemandangan tebing Sawai yang indah atau wisata tirta yang dapat dinikmati dengan menggunakan fasilitas kapal cepat dan longboat milik Balai Taman Nasional Manusela. Pusat informasi Taman Nasional Manusela juga terdapat di Negeri Sawai tepatnya di sekitar Dusun Masihulan.

sumber : http://igosok.com/2013/07/taman-nasional-manusela-keajaiban-alam-di-atas-dan-bawah-laut/

Wisata Pulau Nusalaut

Ini adalah hasil jepretan kamera saya sewaktu berkeliling Pulau Nusalaut melalui jalan darat di hari terakhir kegiatan survey.  Mudah mudahan bisa menjadi inspirasi ketika anda berkunjung ke Pulau Nusalaut.
dolphin
Ceritanya pas di Negeri Leinitu, ada segerombolan lumba-lumba melintas, kemungkinan adalah Stenella longirostris.
tugutugu2
Inilah Monumen Martha Christina Tijahahu yang terdapat di Negeri Abubu.
sagutoolsagu1
Ini merupakan alat untuk pembuatan sagu, itu loh yang dijadikan bahan baku papeda.
Berikut ini adalah petualangan yang cukup membuat keringat keluar, Goa Waiselano, lokasi ini berada di Negeri Titawaai.
waiselano1waiselano2
Berjalan diantara tanaman cengkih dan semak belukar menuju lokasi…
waiselano3waiselano4
Jalan terjal di tepi karang (kiri); Tiba di mulut goa untuk masuk kedalam goa (kanan)
waiselano5waiselano6
Setelah masuk kedalam, lihat dasar gua itu…
waiselano7waiselano8
Lihat didalam goa ada apa….
waiselano9
IMG_3344
Itu mulut goanya, langsung masuk kelaut… (kiri); lihat diatas gua ada tamannya…(kanan)
waiselano10
Inilah pemandangan dari atas Goa Waiselano dan tahukah anda bahwa di bawah tebing karang ini sarang
sumber :  http://dharmaarif.wordpress.com/2009/05/15/wisata-pulau-nusalaut/

pulau sumada - maluku

Pulau Samada

Pulau Samada Besar merupakan bagian dari Kepeulauan Taliabu yang dalamnya menyimpan potensi terumbu karang dengan tutupan karang yang tinggi serta memiliki beberapa bentuk pertumbuhan yang bervariatif kita bisa temui bentuk pertumbuhan berupa karang meja sampai pada bentuk pertumbuhan karang massive mengelilingi daerah ini sampai kedalaman 20 meter. Dari data hasil analisis, tutupan karang daerah ini mencapai 80% dan tergolong dalam kategori sangat baik. Hasil survei yang didapat, pulau ini juga memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan daerah lain dikarenakan dalamnya ditemui labirin-labirin yang membentuk goa dan terjadi secara alamia.
Kekayaan alam bawa laut daerah ini memiliki daya tarik tersendiri sehingga bisa mengundang para wisatawan Negara dan manca Negara untuk melakukan kegiatan diving maupun snorkeling didaerah ini.
Text Box: Sea FanTitik kordinat daerah ini terletak pada         (E 01034'43,7" S 1240 28' 40,2") dengan kejernihan air bisa mencapai 20 sampai 30 meter. Adapun jenis-jenis biota unik menarik yang dapat kita jumpai berupa eagle ray, giant clam, jenis-jenis ikan yang bergerombolan dan beberapa spesis nudibranch dengan karakteristik warna yang bervariasi.
Fotografer by.
Jason Isley -Diego Andres Garcia 






sumber :  http://pariwisatamalut.blogspot.com/2012/07/pulau-samda-taliabu-kepulauan-sula.html

pantai ora




Pantai Ora Maluku Tengah. ZonaAero
Pantai Ora, Saat Cantiknya Maladewa 'Pindah' ke Maluku

Bisa berlibur ke Maladewa sepertinya menjadi impian banyak orang. Tapi jika dirasa sulit, Anda bisa datang ke Pantai Ora di Maluku Tengah. Keindahan alam lengkap dengan resort di atas lautnya tak kalah dengan Maladewa. Tak perlu berkecil hati jika belum bisa menyambangi jejeran pulau di Maladewa, Samudra Hindia. Sebab Ibu Pertiwi ternyata punya pemandangan yang hampir mirip dengan negara kepulauan tersebut. Letaknya berada di Desa Saleman, Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku.

Akses menuju lokasi memang tidak mudah, Anda harus terbang dengan pesawat perintis ke Bandar Udara Wahai di Pulau Seram. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang pulau menggunakan kapal cepat Cantika Anugerah menuju Pelabuhan Amahay yang memakan waktu hingga 2 jam. Nah, setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras waktu tersebut, Anda baru bisa sampai di Pantai Ora. Tenang saja, lelah yang Anda rasakan selama perjalanan dijamin akan hilang setelah Anda sampai di pantai ini.

Pantai Ora Pulau Seram Maluku Tengah. ZonaAero
Pantai yang sangat bersih akan menyambut kedatangan Anda. Pasir putihnya yang terang dan air lautnya yang biru tenang akan membuat Anda lupa dengan hiruk-pikuk kehidupan di kota besar. Bagi yang pergi bersama pasangan, suasana romantis seakan datang menghampiri Anda berdua. Biarkan alam Pantai Ora yang asri berkenalan dengan badan Anda. Biarkan juga udaranya yang bersih mengisi tiap ruang paru-paru Anda. Kecantikan Maladewa yang selalu Anda idam-idamkan pasti tertandingi di sini.

Bicara tentang Maladewa, pasti identik dengan resor-nya yang berada di atas laut. Ya, Pantai Ora juga punya fasilitas dan pemandangan yang hampir sama. Bedanya, beberapa pulau di Maladewa punya banyak resor, tapi Pantai Ora baru punya satu. Resor yang hampir seluruh bagiannya terbuat dari kayu tersebut merupakan penginapan satu-satunya di Pantai Ora. Tidak banyak memang kamar yang tersedia di resor ini. Fasilitas super mewah juga tak tampak di penginapan ini. Semua tampak sederhana, menyatu dengan alam.

Berada di atas laut, membuat resor ini memiliki nilai lebih. Saat Anda tidur di malam hari, deburan ombak akan terdengar jelas dari dalam kamar. Saat bangun di pagi harinya dan membuka pintu kamar, air laut seakan langsung mengajak Anda untuk bermain bersama.

Pantai Ora Desa Saleman, Seram Utara, Maluku Tengah. ZonaAero
Keindahan tidak selesai sampai di situ saja. Pantai Ora juga masih punya pemandangan bawah laut yang memesona. Selami perairannya dan Anda akan melihat dengan jelas ratusan terumbu karang yang benar-benar menakjubkan. Belum lagi ikan-ikan kecil yang menari-nari di sekitar terumbu karang. Bahkan jika Anda tak ingin menyelam pun, pemandangan cantik itu juga bisa Anda nikmati. Cukup duduk di teras kamar penginapan saja, Anda sudah bisa menikmati pemandangan luar biasa itu samar-samar.

Puas dengan keindahan pantai, di sekitar resor terdapat perbukitan yang bisa Anda jelajahi. Kicauan burung dan sejuknya udara dijamin membuat Anda enggan untuk pergi dari sini. Hari yang Anda siapkan untuk berlibur di Pantai Ora seperti tak pernah cukup untuk menikmati semua keindahan alam di sini.

sumber : http://aeronusantara.blogspot.com/2013/06/obyek-pariwisata-pantai-ora-di-maluku.html

gumung binaiya- maluku tengah

PARIWISATA MALUKU

Posted by Muh. Azram B.Mahulauw 0 Comment


Gunung Binaiya, Masohi (Maluku Tengah)
Gunung Binaiya merupakan gunung tertinggi se Provinsi Maluku. Gunung ini membentang di Pulau Seram dan masuk ke dalam lingkup Taman Nasional Manusela yang mempunyai luas 189.000 hektar.
Pada tahun 1972 Taman Nasional Manusela dibagi menjadi dua daerah yakni Wae Mual seluas 17.500 hektar yang meliputi hutan dataran rendah pada bagian utara. Flora yang hidup di area ini adalah bakau (Mangrove) dengan vegetasi sekitar rawa-rawa, hutan damar (Agathis Alba), meranti (Shorea sp). Pada perbukitan bagian tengah adalah daerah Wae Nua seluas 20.000 hektar.
Gunung Binaiya masuk ke dalam Kabupaten Maluku Tengah. Provinsi Maluku. Untuk mengakses lokasi ini bisa dilakukan dari ibukota provinsi Maluku, Ambon, menggunakan jasa angkutan bis menuju Pelabuhan Tulehu
Setiba di Tulehu, dilanjutkan menyeberang selat dengan menggunakan jasa speedboat menuju Pulau Seram, tepatnya singgah di Pelabuhan Wahai, .Dari Wahai perjalanan dilanjutkan menuju desa Kanikeh selama sekitar 6 jam. Kanikeh merupakan desa terakhir sebelum menuju puncak Gunung Binaiya.
Gunung Binaiya tergolong unik karena menjulang dari ketinggian 0 meter hingga 3055 meter di atas permukaan laut. Di bagian kaki gunung, banyak terdapat sungai yang membentang seluas 6-8 meter.
Gunung Binaiya terletak di wilayah pedalaman, sehingga fasilitas dan akomodasi untuk wisatawan nyaris tidak ada, kecuali hanya beberapa rumah adat penduduk yang disediakan untuk menginap para pendaki gunung yang bermalam.
sumber :  http://blog.umy.ac.id/azabudiman/2012/07/29/pariwisata-maluku/

pantai nustepa




Pantai Natsepa, Ambon
Pantai Natsepa yang terletak di Desa Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, merupakan lokasi wisata yang sangat dikenal di Kota Ambon. Pantai yang terletak sekitar 18 KM dari pusat Kota Ambon tersebut sering menjadi pilihan warga Kota yang ingin menikmati hari liburnya.
Pantai ini landai, lebar dan sangat terkenal sejak dulu, dengan pasir putihnya yang halus. Untuk mencapai pantai ini dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, atau angkutan umum trayek suli, memasukki daerah wisata ini, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan diluar pantai dengan deretan penjual-penjual rujak maupun makanan lainnya.
Rujak Natsepa atau Rujak Suli sudah sangat terkenal bagi masyrakat Kota Ambon, penganan yang dijual dengan harga Rp. 5.000 satu porsi ini, sangat asyik dinikmati sambil menikmati.
Objek Wisata ini menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh para pengunjung antara lain beberapa shelter yang dapat digunakan sambil menikmati indahnya pantai dan pemandangan Teluk Baguala. Tarif masuk ke lokasi wisata ini, untuk orang dewasa dipungut biaya sebesar Rp. 1.000,- kendaraan roda dua Rp. 1.000,- dan kendaraan roda empat Rp. 2.000,-. Menikamti hari libur di pantai yang sangat indah ini, para pengunjung juga dapat menikmati berbagai pertunjukkan yang diberikan pengelola, pertunjukkan itu antara lain atraksi bambu gila, ataupun permain lainnya.

sumber :  http://blog.umy.ac.id/azabudiman/2012/07/29/pariwisata-maluku/

pulau morotai

Pulau Morotai, Jejak Sekutu dalam Perang Dunia II

Pulau Morotai terletak di utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Pulau ini merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia. Kabupaten Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.

Patung berupa empat tentara Indonesia dalam keadaan berperang dan satu wanita selaku wartawan atau yang disebut juga Patung Trikora telah siap untuk diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak Sail Morotai 2012, di Morotai, Maluku Utara, Sabtu (15/9/2012).
Patung berupa empat tentara Indonesia dalam keadaan berperang dan satu wanita selaku wartawan atau yang disebut juga Patung Trikora telah siap untuk diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak Sail Morotai 2012, di Morotai, Maluku Utara, Sabtu (15/9/2012).

Keindahan Morotai dengan segudang sejarah dari Perang Dunia II membuatnya dijuluki sebagai “Mutiara di Bibir Pasifik”.

Kota paling besar di Morotai adalah Daruba yang berlokasi di sebelah selatan. Di bagian utara pulau ini berbatas dengan Filipina, di bagian timurnya adalah Samudera Pasifik.

Dengan total populasi sekitar 53.000 jiwa dan luas sekitar 1.800 kilometer persegi. Pulau ini memiliki beberapa pantai dengan pemandangan memukau didampingi oleh rahasia keindahan bawah laut yang menyimpan misteri. Ya, Morotai memiliki beberapa tempat menyelam menarik yang sanggup membuat decak kagum tamu bawah lautnya.


Morotai pada abad ke-15 hingga abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Misi Yesuit Portugis sempat singgah di sini tetapi tidak diterima Kesultanan Muslim Ternate dan Halmahera sehingga Portugis pun hengkang.



Museum mini di Morotai, Maluku Utara yang memajang sisa-sisa peninggalan Perang Dunia II.
Museum mini di Morotai, Maluku Utara yang memajang sisa-sisa peninggalan Perang Dunia II.

Pulau Morotai lebih terkenal sebagai bagian dari sejarah Perang Dunia II karena dimanfaatkan Jepang kemudian direbut Amerika Serikat pada September 1944. Amerika menggunakan pulau ini sebagai landasan serangan pesawat sebelum menuju Filipina dan Borneo bagian timur. Merupakan basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang ditunda setelah penyerahan diri Jepang pada bulan Agustus.

Penduduk lokal di Pulau Morotai yang masih mengingat Perang Dunai II akan bercerita kepada Anda bahwa tahun 1944-1945 tempat ini merupakan lokasi pertempuran sengit dari puluhan pesawat tempur yang menderu ketika lepas landas dan mendarat di sepanjang Teluk Daruba.


Benda hasil peninggalan perang dunia ke II di Tempat Permandian air kaca, Morotai (14/9/2012). Benda temuan tersebut diperlihatkan kepada pengunjung yang mendatango tempat pemandian air kaca yang sering disebut juga sebagai tempat pemandian Jenderal Dauglas Mac Arthur.
Benda hasil peninggalan perang dunia ke II di Tempat Permandian air kaca, Morotai (14/9/2012). Benda temuan tersebut diperlihatkan kepada pengunjung yang mendatango tempat pemandian air kaca yang sering disebut juga sebagai tempat pemandian Jenderal Dauglas Mac Arthur.

Puluhan ribu tentara bertebaran di setiap sudut pulau dan kapal angkatan laut berlabuh membawa pasokan kebutuhan harian tentara. Morotai saat itu merupakan salah satu markas tentara Amerika Serikat saat berperang menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik selama Perang Dunia II.

Pada 15 September 1944, tentara sekutu dari Amerika Serikat dan Australia di bawah pimpinan Panglima Pasifik Barat, Jenderal Douglas MacArthur mendarat di Morotai, tepatnya di bagian barat daya pulau ini.

Sebelum kedatangan sekutu ke Morotai, tentara Jepang sudah terlebih dahulu menduduki tempat tersebut dan membangun sebuah landasan pesawat. Jepang kemudian meninggalkan Morotai untuk mendukung pertempuran di Pulau Halmahera.

Ketika itu hanya tersisa sebanyak 500 tentara Jepang di Morotai yang bertugas untuk menjaga pulau tersebut. Oleh karena itu, dengan jumlah tersebut mereka dapat langsung ditaklukkan pasukan Amerika Serikat. Angkatan Laut Jepang berikutnya berusaha merebut kembali pulau ini tetapi gagal.

Ketika Jepang meninggalkan Morotai, Jenderal MacArthur melihat hal tersebut sebagai kesempatan emas untuk mengambil alih karena lokasinya yang strategis untuk merebut kembali Filipina dari Jepang. Sekitar lebih dari 50 ribu tentara sekutu ditempatkan di Morotai dan MacArthur membangun beberapa landasan pesawat dan rumah sakit besar dengan 1.900 tempat tidur di dalamnya.



Wisatawan menikmati keindahan alam Pulau Dodola, Morotai, Maluku Utara, Jumat (14/9/2012). Pulau Dodola merupakan salah satu obyek wisata di Morotai yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Wisatawan menikmati keindahan alam Pulau Dodola, Morotai, Maluku Utara, Jumat (14/9/2012). Pulau Dodola merupakan salah satu obyek wisata di Morotai yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
 
Selama Perang Dunia II berlangsung, pasukan Sekutu terus menempati Morotai hingga akhirnya Jepang menyerah tahun 1945 dan Pasukan Sekutu meninggalkan pulau tersebut. Sebelum meninggalkannya pasukan Sekutu membakar semua bangunan yang mereka dirikan di Morotai.

Kini, Morotai menjadi saksi sejarah Perang Dunia II dimana kegiatan militer yang kuat pernah beroperasi di pulau tersebut dan peranannya dalam membebaskan Filipina dari pendudukan Jepang hampir terlupakan.


sumber : http://lokasi-wisata-indonesia.blogspot.com/2012/09/pulau-morotai-jejak-sekutu-dalam-perang.html